Jumat, 17 April 2009

oil and gas company salary rate

Indonesia punya banyak ladang minyak dan gas, baik yang sudah, sedang, maupun yang belum tereksplorasi dan tereksploitasi. Walau penemuan cadangan minyak di dunia menurun secara signifikan, konon, cadangan minyak di Indonesia masih cukup besar dan belum terjamah.

Menurut laporan IHS, salah satu perusahaan penyedia informasi di bidang energi dunia, “there were some important finds that opened up some new areas, bolstered nearby producing areas and provided more building blocks for the future.” Terlebih lagi, pemerintah membuka tender dan menawarkan banyak blok pada para bidder di tahun-tahun ini.

Tak pelak, potensi ini mengundang banyak perusahaan minyak dan gas (migas) asing untuk berbondong-bondong berinvestasi di Indonesia. Ujung-ujungnya, lapangan pekerjaan buat sektor ini juga menjadi terbuka. Tapi sebenarnya, bagaimana sebetulnya salary danbenefit yang diperoleh untuk pekerjaan di sektor migas ini?

Chevron

Chevron adalah salah satu perusahaan energi terbesar di dunia. Pusatnya ada di San Ramon, California. Selain migas, Chevron juga bermain di eksplorasi, produksi, refinery, pemasaran dan transportasi, pembangkit energi, sampai chemical product.

Perusahaan ini berdiri tahun 1879 di Pico Canyon, California. Pada 2001, Chevron merger dengan Texaco dan membentuk ChevronTexaco. Namun pada 9 Mei 2005, ChevronTexaco melepas moniker Texaco dan kembali ke nama Chevron. Texaco tetap menjadi merek di bawah Chevron. Pada 19 Agustus 2005, Chevron bergabung dengan Unocal Corporation, sebuah gerakan yang membuat Chevron produsen terbesar energi geotermal di dunia.

Chevron Salary Table

Chevron terbilang cukup loyal terhadap karyawannya. Tabel di atas adalah berdasar PKBtahun 2006. Konon komponen tersebut sudah mencakup basic salary plus 21% regional allowanceFresh graduate umumnya masuk di tingkat 18A.

China National Offshore Oil Corporation (CNOOC)

Adalah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) terbesar ketiga di Republik Rakyat China setelah CNPC dan Sinopec. Perusahaan ini punya hak eksklusif untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah dan gas alam di lepas pantai China. CNOOCjuga merupakan sebuah perusahaan milik negara yang mana 70% sahamnya dimikili oleh pemerintah Republik Rakyat China. Mereka juga terdaftar di NYSE dengan kode tickerCEO.

CNOOC hadir di Indonesia dengan nama CNOOC Southeast Sumatra Ltd sebagai salah satu perusahaan KKKS yang ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi di lepas pantai Laut Jawa, sekitar 90 km sebelah utara Teluk Jakarta, Indonesia.

CNOOC Salary Table

Berdasar Peraturan Perusahaan 2006, gaji yang ditawarkan terlihat pada tabel di atas.Fresh graduate masuk ke CNOOC pada level 19.

ConocoPhillips

ConocoPhillips berpusat di Houston, Texas. Merupakan salah satu oil company besar yang memiliki lini bisnis terintegrasi — konon terbesar ketiga setelah Exxon dan Shell. ConocoPhillips lahir 30 Agustus 2002 sebagai produk merger antara Conoco Inc. dan Phillips Petroleum Company.

ConocoPhillips dikenal sebagai perusahaan dengan technological expertise untuk eksplorasi dan produksi di laut dalam, reservoir management and exploitation3-D seismic technologyhigh-grade petroleum coke upgrading, dan teknologi sulfur removalyang begitu sophisticated.

ConocoPhilips Salary Table

Menurut Peraturan Perusahaan 2006, gaji untuk karyawan terlihat seperti pada tabel di atas. Gaji mereka cukup bersaing dengan struktur gaji Chevron. Fresh graduate biasanya masuk di level 12.

ENI

ENI berpusat di Italia dan bermain di sektor minyak dan gas alam. Juga punya usaha diengineering and constructionelectricity generation, dan petrochemical. Sejujurnya, saya kurang tahu pasti tentang bisnis dan pencapaian mereka. Sepanjang yang saya tahu, mereka ENI di Eropa Selatan dan juga punya (sedikit) kepentingan dan investasi di Indonesia.

ENI Salary Table

Dari sounding orang dalam, struktur gaji di ENI untuk tahun 2004-2006 adalah seperti terlihat pada tabel di atas. Fresh graduate biasanya masuk pada tingkat ke 8.

Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC)

Perusahaan minyak bentukan Kuwait Petroleum Corporation yang beroperasi di beberapa negara di luar Kuwait, seperti Mauritania dan Mesir. Di Indonesia, mereka punya project di Buton dan telah memiliki interest di Blok Seram Non-Bula sejak 1985.

Struktur gaji KUFPEC terlihat seperti tabel berikut. Fresh graduate masuk di level 9. Struktur gaji tersebut adalah yang berlaku untuk tahun 2004-2006.

KUFPEC Salary Table

Pertamina

Rasanya semua sudah cukup tahu bahwa Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) adalah satu-satunya BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.

Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.

Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957. Penggabungan ini terjadi pada 1968. Direktur utamanya saat ini adalah Ariffi Nawawi. Saya kurang mengetahui perkembangan Pertamina sejak sepeninggal Ari Soemarno. Namun yang jelas, Pertamina menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia: sektor hulu dan hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak-anak perusahaan dan perusahaan patungan yang jumlahnya begitu banyak.

Pertamina adalah salah satu yang cukup loyal dalam memberi gaji dibandingkan perusahaan-perusahaan “made in Indonesia” lainnya. Gambaran gaji karyawan Pertamina dapat dilihat pada tabel berikut. Fresh graduate ada di level 8. Konon, benefit, fasilitas, termasuk “sambilan” di Pertamina bisa lebih besar dari basic salary-nya. Ada yang bisa memberi konfirmasi?

Pertamina Salary Table

Star Energy

Star Energy adalah perusahaan energi yang juga terintegrasi dengan unit bisnis minyak, gas, dan listrik. Berpusat di Inggris, perusahaan ini sebenarnya lebih dikenal sebagai perusahaan energi daripada perusahaan migas.

Di Indonesia, Star Energy dibuka tahun 2003 oleh Supramu Santosa dengan kerjasama menggandeng Nusantara Capital.

Susunan basic salary Star Energy terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada buku peraturan perusahaan tahun 2006. Fresh graduate biasanya masuk pada entry level ke 8.

Star Energy Salary Table

Tately N.V.

Tately N.V. adalah perusahaan eksplorasi dan rekayasa perminyakan asal Malaysia. Mereka berkongsi dengan PEXCO Group di Indonesia untuk menggarap PSC di Palmerah (Jambi) dan Lhokseumawe (Nanggroe Aceh Darussalam).

Basic salary Tately terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada peraturan perusahaan tahun 2006. Gaji tersebut adalah basic salary yang berlaku pada tahun 2006.Fresh graduate masuk di level 7.

Tately Salary Table

Dibandingkan Petronas, nama Tately memang kurang bergema. Namun, mereka (katanya) menawarkan gaji dan benefits package yang tak kalah kompetitif. Kantor pusat mereka di Indonesia ada di Plaza Bapindo, Menara Mandiri.

Total S.A.

Total S.A. adalah perusahaan perminyakan asal Perancis yang berpusat di Paris. Mereka juga bermain di gas, crude oil, eksplorasi gas alam, transportationrefiningpower generation, sampai product trading and marketing. Perusahaan ini juga terdaftar di NYSEdengan kode ticker TOT. Mereka juga dikenal bermain sebagai chemical manufacturerdan salah satu dari enam besar oil company di dunia.

Total beroperasi di lebih dari 130 negara dengan 111 ribu karyawan lebih. Di Indonesia, gaji yang mereka tawarkan terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada buku peraturan perusahaan tahun 2006. Fresh graduate masuk di level 10.

Total Salary Table

Menurut sejarahnya, Total hampir saja “diambil” oleh Royal Dutch Shell — andaikata waktu itu PM Perancis, Raymond Poincaré tidak ngotot agar Perancis membangun perusahaan minyak sendiri sesudah Perang Dunia I. Total akhirnya berdiri 28 Maret 1924 dengan nama Compagnie Française des Pétroles (CFP) mencaplok 23.75% kepemilikan saham Turkish Petroleum Company sebagai kompensasi yang diberikan Jerman melalui Konferensi Sanremo.

Tahun 1985 mereka mengganti nama menjadi Total CFP. Tahun 1991 mereka menghilangkan nama CFP. Pernah dikenal sebagai Total Fina setelah mengakuisisi Belgian Petrofina (1999) dan pernah juga dikenal dengan nama TotalFinaElf pasca merger tahun 2000. Kini mereka kembali menamai dirinya Total sejak 2003.


keluar dari opec? dari dulu kek!


Pada akhir Mei, Indonesia menyatakan keluar dari organisasi negara pengekspor minyak (OPEC). Walaupun sebetulnya termasuk terlambat-karena Indonesia menjadi net importer minyak sejak 2003-keputusan yang diambil Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ini merupakan sebuah langkah tepat.

Apalagi salah satu alasannya adalah penghematan anggaran sekitar 2 juta euro per tahun, yang selama ini dibayarkan hanya untuk iuran keanggotaan.

Namun, keputusan keluar dari OPEC saja tidaklah cukup. Pemerintah perlu melakukan banyak terobosan dalam meningkatkan produksi di sektor migas dan pertambangan hingga penyederhanaan prosedur dan iklim usaha migas dan pertambangan, seperti revisi Peraturan Menteri tentang Pengusahaan Migas a.l. kewajiban pemenuhan kebutuhan minyak dalam negeri, cost recovery dan perlindungan konsumen.

Selain membangun jaringan infrastruktur penyimpanan dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) dan kilang minyak (kilang mini), serta pembangunan kilang jaringan pipa dan receiving terminal LNG & LPG. Hal penting lainnya yang juga harus segera dilakukan adalah diversifikasi energi seperti BBN (bahan bakar nabati) dan konversi energi.

Pertanyaannya, apakah langkah-langkah tersebut di atas sudah cukup? Jawabannya, belum. Karena kunci dari semua persoalan pengadaan BBM di dalam negeri, adalah 'tak tersentuhnya' (untouchable) perusahaan pelat merah yang bernama Pertamina dan lembaga pemerintah, BP Migas.

Pasalnya, Kepala Negara beserta wakilnya dan beberapa menteri terkait lainnya, seperti Menkeu dan Meneg BUMN saja, hanya mengetahui kinerja perusahaan pelat merah itu sebatas laporan.

Bahkan komisaris yang berada di dalam tubuh Pertamina saja mengalami kesulitan untuk mengetahui proses tender pengadaan minyak mentah yang sempat ramai, yakni Zatapi. Hasil pemeriksaan satuan internal bahkan menyatakan tidak terjadi pelanggaran dalam proses pengadaan minyak tersebut.

EITI & Inpres

Andai saja pemerintah di negeri ini mau menerapkan transparansi berupa Extractive Industries Transparency Initiative (EITI), mungkin ceritanya akan berbeda. Di dalam Inpres No. 5/2008 tentang Fokus Program Ekonomi 2008-2009 terdapat kebijakan yang mengatur tata kelola sektor migas dan pertambangan.

Program yang dicanangkan dalam Inpres itu adalah peningkatan transparansi dalam pengelolaan migas dan pertambangan.

Lalu apa tindakan yang akan diambil pemerintah? Tindakan yang diambil pemerintah a.l. kesepakatan bersama Menteri ESDM, Bappenas dan Departemen Keuangan berupa MoU.

Targetnya adalah makin membuat transparan pengelolaan fiskal sektor migas dan pertambangan. Lalu siapa penanggungjawabnya? Adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Tindakan lainnya adalah menyusun peraturan bersama antara Menkeu dan Menteri ESDM dalam kerangka peningkatan transparansi dalam pengelolaan migas dan pertambangan. Produk keluarannya berupa Peraturan bersama Menkeu & Menteri ESDM, dan targetnya Desember 2008.

Apabila target penyelesaian program peningkatan transparansi tata kelola migas dan pertambangan direalisasikan pada akhir tahun ini, berarti proses produksi, pengadaan, tender, dan pendistribusian migas dan pertambangan akan semakin transparan pada 2009. Tak ada lagi kesan ditutupi apalagi untouchable.

Warisan Boediono

Mantan Menko Perekonomian Boediono-sebelum meninggalkan kantornya di Lapangan Banteng menuju Bank Indonesia-telah meninggalkan 'warisan berharga' yaitu berupa draf kebijakan tentang implementasi EITI.

Draf kebijakan itu disebut-sebut sudah dibahas dan difinalisasi oleh Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas dan Menteri ESDM pada Mei lalu.

Dalam draf itu juga disebutkan bahwa Dirut PT Pertamina dan Kepala BP Migas menjadi anggota dari Steering Group (SG) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah atau Keputusan Presiden.

Sayangnya, draf itu kini tersimpan rapih, entah di mana. Atau mungkin kelanjutan penyusunan draf tentang implementasi EITI harus menunggu pejabat menko perekonomian yang baru.

Apakah EITI itu? Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) adalah suatu inisiatif yang mempromosikan pelaporan secara sukarela atas pendapatan, royalti atau pembagian hasil industri tambang migas dan mineral yang disetorkan kepada pemerintah dan industri, di negara-negara yang bergantung pada sumber daya tersebut.

Sistem ini berawal saat Perdana Menteri Inggris meluncurkan EITI yang didukung oleh Bank Dunia pada 2002-2003. Mulai saat itu hingga 2005, terbentuklah sebuah koalisi internasional yang terdiri dari perwakilan pemerintah, perusahaan, organisasi masyarakat sipil untuk memprakarsai EITI di beberapa negara.

Alhasil hingga sekarang terdapat lebih dari 26 negara penghasil tambang dan atau migas yang menjadi anggota EITI.

Pertanyaannya, apakah setelah keluar dari OPEC Indonesia akan ikut bergabung dalam koalisi internasional EITI dan menandatangani dokumen kesepahaman secara terbuka?

Jawabannya sangat bergantung pada kemauan dan komitmen dari pemerintah untuk melakukan transparansi, khususnya di sektor migas dan pertambangan.

Apabila sudah menandatangani kesepahaman, itu konsekuensi logisnya, semua yang terlibat dalam industri migas dan pertambangan harus bertindak transparan.

Mantan Menko Perekonomian Boediono dan menteri terkait lainnya diketahui telah membahas dan memfinalisasi draf kebijakan tentang implementasi Extractive Industries Transparency Initiative (EITI). Target penerapan EITI salah satunya adalah meminimalisasi 'kebocoran' di sektor migas dan pertambangan. Karena BP Migas dan perusahaan berpelat merah PT Pertamina selama ini seakan tak tersentuh.

BP Migas sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam pengusahaan minyak sangat tertutup kepada publik terkait dengan data-data produksi dan hanya membukanya dalam rapat-rapat panja yang tertutup di parlemen.

Atas desakan masyarakat, seiring merebaknya aroma 'tidak sedap' mengenai cost recovery, ada sedikit keterbukaan informasi itu kepada masyarakat.

BP Migas melansir data produksi Januari - April, yang nota bene rata-rata produksinya sudah di atas target, yaitu 977.000 barel per hari (bph). Meskipun sempat anjlok menjadi 955.847 bph pada Januari, produksinya naik pada level 980.000-an bph. Namun, sepertinya kesahihan data itu masih perlu diverifikasi dari badan-badan negara yang kredibel.

Ada sinyalemen, di mana hal itu juga perlu pembuktian terbalik, menyebutkan BP Migas ditengarai memasukkan minyak tank top untuk menutupi defisit lifting terhadap target. Lonjakan produksi lebih dari 30.000 bph dinilai terlalu fantastis apabila mendasarkan pada alasan BP Migas selama ini bahwa produksi sulit ditingkatkan karena lapangan umumnya sudah tua. Dari lapangan mana?

Sementara itu, banyak pihak juga mempertanyakan status minyak 'swap' sebanyak 50.000 barel per hari yang tidak bisa diuangkan untuk dimasukkan dalam pembukuan APBN.

Data Ditjen Migas soal arus minyak 2007 juga menggambarkan ilustrasi yang membingungkan, yang dalam rapat kerja bersama DPR pun tidak tuntas dijelaskan. Dalam data itu disebutkan produksi total setahun sekitar 348 juta barel, di mana 135 juta di antaranya diekspor dan 204 juta barel digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ke mana 9 juta barel sisanya?

Dalam hal ini, prinsip dasar EITI adalah proses pelaporan menyeluruh yang ditulis dalam format baku oleh setiap perusahaan minyak, gas dan pertambangan, termasuk perusahaan milik negara.

Dengan begitu, setiap tetes minyak yang diproduksi akan terlihat jelas ke mana berceceran dan ke mana mengalir sehingga tampak nyata letak dan penyebab terjadinya inefisiensi.

Adapun, pokok dari isi pelaporan antara lain menyangkut seberapa banyak pendapatan, royalti ataupun pembagian hasil yang diterima dari setiap perusahaan minyak, gas dan tambang lainnya.

Prinsip EITI lainnya adalah mengangkat agregator independen yang bertugas memeriksa laporan dari industri dan pemerintah, serta membuat laporan yang menjelaskan apakah ada ketidaksesuaian atau tidak. Bagian terakhir dari proses ini publikasi atas laporan tersebut.

Setiap negara yang mendukung proses penerapan EITI harus menandatangani dokumen kesepahaman secara terbuka yang diwakili seorang menteri atau pejabat yang lebih tinggi. Saat ini terdapat sedikitnya 26 negara anggota EITI, di antaranya. Nigeria, Mauritania, Kamerun, Azerbaijan, Bolivia, Peru, Yemen, Kazakhstan, Ghana dan Guinea.

Sederet nama perusahaan minyak dan tambang kelas dunia juga memiliki dukungan yang kuat terhadap EITI seperti BHP Billiton, BP, Chevron Texaco, ConocoPhilips, Eni, ExxonMobil, Hess, Marathon, Newmont, Rio Tinto, Shell, StatoilHydro,Talisman dan Total.

Manfaat EITI bagi Indonesia
* Memperbaiki iklim investasi, khususnya sektor migas
* Memperbaiki regulasi penerimaan industri ekstraktif
* Mengembangkan pemahaman pemerintah dan masyarakat tentang migas
* Memperbaiki manajemen dana publik
* Memperkecil tindak korupsi
* Memperbaiki akuntabilitas
* Memperbaiki rasio tingkat utang luar negeri
* Membuka akses terhadap kapital
Tantangan EITI bagi Indonesia
* Kompleksitas menelusuri volume dan arus pembayaran migas
* Sering dicurigai sebagai alat penekan negara maju terhadap negara berkembang
* Adaptasi dengan budaya kerja baru
* Kerahasiaan data atau informasi dalam UU Migas & UU Pajak
Sumber: Dari berbagai sumber, diolah

Perkembangan produksi minyak bumi dan kondensat 2008
PeriodeProduksi 
(barel per hari)
Oktober-2007952.284
November-2007951.587
Desember-2007958.623
Januari-2008955.817
Februari-2008986.848
Maret-2008985.872
April-2008978.960
Mei-2008*982.550
Sumber: Ditjen Migas
Keterangan: * angka operasional sampai 11 Mei.

EITI di Nigeria

Penerapan EITI di Nigeria dapat menjadi ilustrasi betapa pentingnya inisiatif tersebut untuk menciptakan transparansi. Penerimaaan migas yang dibayar perusahaan dan yang diterima Pemerintah Nigeria pada 1999-2004 telah diagregasi dan dipublikasikan. Faktanya, tidak terjadi perbedaan besar antara nilai yang dibayarkan dan yang diterima, namun ada sejumlah besar minyak yang hilang.

Setelah melaksanakan EITI pada 2003, terjadi perbaikan iklim investasi yang ditandai dengan masuknya British Gas dengan nilai investasi US$4 miliar. Alhasil penerimaan sektor minyak bumi Nigeria meningkat US$2,2 miliar karena mengadopsi rekomendasi EITI. Bahkan, Overeign borrowing rates meningkat 0,5%.

Andai saja Indonesia menerapkan EITI, tentunya akan makin banyak investor migas dan tambang yang menanamkan modal di Tanah Air karena akan memberikan kesempatan bagi setiap pemodal di industri ekstraktif untuk memprediksi dengan lebih baik untung-ruginya, berdasarkan estimasi keuntungan yang harus dibayarkan ke pemerintah.

Dengan semakin banyak investor yang masuk, bukan mustahil Indonesia kembali menjadi pengekspor minyak dan kembali masuk menjadi anggota OPEC pada 2013, seperti yang ditargetkan Wapres M. Jusuf Kalla.

well drillling

Well pengeboran adalah proses pengeboran sebuah lubang di tanah untuk ekstraksi dari sumber daya alam seperti air tanah, gas alam, atau minyak bumi. Drilling untuk penjelajahan sifat materi underground (misalnya dalam pencarian logam dari bijih) adalah terbaik digambarkan sebagaiborehole pengeboran, atau 'pengeboran'.

Paling awal adalah air sumur-sumur, dangkal pits digali oleh tangan di wilayah yang air mendekati permukaan, kemungkinan dengan perkumpulan rahasia lining dinding interior untuk mencegah runtuh. Modern pengeboran panjang memanfaatkan teknik dril shafts, pembuatan lubang sempit dan lebih banyak daripada dapat dihasilkan oleh penggalian.

Well pengeboran dapat dilakukan secara manual atau mekanis dan sifat bervariasi dari peralatan yang diperlukan sangat sederhana dan murah untuk sangat canggih.

Tekanan dikelola Drilling (MPD) yang ditetapkan oleh International Association of Drilling Contractors (IADC) sebagai "sebuah adaptif pengeboran proses lebih tepat digunakan untuk mengontrol tekanan annular profil sepanjang wellbore." Tujuan dari MPD adalah "untuk memastikan downhole tekanan lingkungan batas dan untuk mengatur tekanan hidrolik annular profil yang sesuai.

Drill bit dalam pemboran mekanis


Tergantung pada kondisi tanah yang berbeda drill bit yang digunakan. Ada tiga kategori utama: soft, medium dan hard formasi bit. Soft formasi batuan bit digunakan dalam unconsolidated pasir, clays, lembut limestones, tempat tidur merah dan serpih, dll Sedang formasi bit digunakan dalam calcites, dolomites, limestones, serpih dan keras, sedangkan keras formasi bit digunakan dalam serpih keras, calcites, mudstones, cherty kapur dan batu keras dan abrasive membahana.

Secara historis terdapat dua jenis drill bit digunakan minyak atau gas alam pengeboran rigs, sebuah tarik bit dan batu bit:

1.      yang pdc bithammer bit digunakan untuk rocks lembut, seperti pasir dan tanah liat. The drill string yang diputar bersama pneumatic tekanan, dan pada Nibs sedikit memotong batu.

2.      lubang yang mendalam (yang disebut roller bit) terdiri dari roda gigi yang pada gilirannya sebagai drill string yang diputar. Gigi ini menerapkan tekanan untuk penghancuran batu, melanggar itu ke dalam potongan-potongan kecil.

Asli paten untuk putaran batu sedikit dikeluarkan ke Howard Hughes Sr untuk dual roller cone bit pada 1909. Itu terdiri dari dua interlocking roda. Walter Sharp Benona bekerja sangat erat dengan Hughes dalam pengembangan Rock Bit. Keberhasilan ini sedikit memimpin dengan mendirikan dari Sharp-Hughes Tool Company.

1933 di dua teknisi Hughes, salah satu yang telah Ralph Neuhaus, invented the tricone sedikit yang memiliki tiga roda. Hughes yang paten untuk tricone bit berlangsung sampai 1951, setelah waktu yang lain mulai membuat perusahaan serupa bit. Namun, Hughes' pasar masih 40% di dunia drill bit pasar pada tahun 2000. Pakaian yang unggul performa PDC bit bertahap eroded yang dominasi dari roller cone bit dan di awal abad ini PDC bit drill kerasyang pendapatan yang roller cone bit.

Hari ini di industri modern dua jenis utama drill bits sekarang classed sebagai PDC (polycrystalline Diamond Compact) dan Roller Cone; walaupun tri-kerucut mendominasi, bi-kerucut dan kerucut bit mono lakukan ada. Alam dan berlian sintetis yang digunakan dalam coring bit, juga sangat sulit untuk penggurdian dengan batu dan lumpur motor turbines. Tarik sedikit jenis bit yang digunakan untuk pertambangan dan konstruksi dan juga untuk minyak dan gas workover sumur.

Teknologi dari kedua jenis bit telah cukup maju untuk menyediakan dan meningkatkan daya tahan tingkat penetrasi batu. Hal ini didorong oleh ekonomi industri, dan perubahan dari pendekatan empiris dari Hughes di 1930an, untuk hari ini waktu terbatas Elemen domain kode untuk kedua hidrolik dan cutter penempatan perangkat lunak.

2008 di pasar saham adalah sekitar 30% untuk setiap Hughes Christensen dan Smith Bits, 20% untuk REEDHycalog dengan keamanan-DBS, dan perusahaan-perusahaan kecil seperti Encore PDC Bits, DOWDCO, Varel, Tsk, Focusrocbit, Sam (aoe), Walker-McDonald et al, Ulterra, PDC Logic, dan Lone Star Drill Bit membuat atas sisanya.

Tricone sedikit baik untuk pengeboran (media lusuh)

PDC bit baik untuk pengeboran

Beberapa Tricone Bits

Tricone Bit

Drill Bit

Rusak Drill Bit, buah hilang di tangan kiri kerucut

 

 

Evaluasi yang sedikit kuyu grading dilakukan oleh sistem yang seragam dipromosikan oleh International Association of Drilling Contractors (IADC). Masyarakat melihat dari Petroleum Engineers / IADC Papers SPE 23938 & 23940. 

 

pertamina ganti bahan baku minyak

Pertamina Ganti Jenis Minyak untuk Bahan baku 

 Mengantisipasi harga minyak mentah jenis sweet yang semakin tinggi, PT Pertamina akan beralih ke minyak jenis sour yang harganya lebih rendah. Perubahan konfigurasi akan dilakukan agar kilang-kilang Pertamina bisa mengolah minyak jenis sour.

Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo, Kamis (28/6) di Balikpapan, mengemukakan, program modifikasi pertama akan dilakukan untuk Kilang Balikpapan.

Kilang berkapasitas 260.000 barrel itu ditargetkan bisa mengolah minyak mentah jenis sweet pada tahun 2012.

Investasi yang diperlukan untuk pengubahan spesifikasi kilang itu mencapai 3,7 miliar dollar AS. Skema pendanaan proyek masih dalam perencanaan.

Suroso mengatakan, pengubahan jenis minyak mentah ini diharapkan bisa meningkatkan keekonomian kilang. Dari tujuh kilang yang dimiliki Pertamina, hanya Kilang Cilacap yang didesain untuk mengolah minyak mentah jenis sweet. Minyak mentah jenis ini memiliki kualitas terbaik di antara jenis-jenis minyak, terutama untuk menghasilkan produk bahan bakar jenis premium.

Dengan kualitas terbaik itu, minyak jenis sweet paling diminati di seluruh dunia. Akibatnya, harga minyak jenis ini pun menjadi tinggi.

"Perbedaannya dengan minyak jenis sour sekitar 14-15 dollar AS per barrel. Karenanya banyak peminatnya. Kami jadi khawatir atas jaminan kepastian suplai ke depan," kata Suroso.

Sementara kualitas minyak jenis sour lebih rendah karena kandungan sulfurnya tinggi. Namun, kekurangan itu bisa diatasi dengan teknologi pengolahan yang tepat.

Untuk mengolah minyak jenis sour, kilang harus dibangun dari struktur besi yang tahan asam. Kilang yang menggunakan bahan baku minyak mentah jenis sour bisa menekan biaya produksi.

"Sebagian besar kilang-kilang di Singapura menggunakan minyak mentah jenis sour, makanya produk BBM yang dihasilkan bisa lebih murah daripada kita," kata Suroso.

Tidak heran marjin kilang di Singapura bisa mencapai 15-16 dollar AS per barrel. Sementara marjin kilang Pertamina paling tinggi 13 dollar AS per barrel.

Sekitar 40 persen pasokan (feedstock) kilang-kilang dalam negeri berasal dari impor. Indonesia antara lain mengimpor minyak Arab Saudi, Libya, Sudan, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam. Impor minyak mencapai 400.000 barrel per hari.

Dalam upaya untuk memperbaiki kinerja kilang yang dimiliki, Pertamina telah menyiapkan program jangka panjang. Menurut Suroso, Pertamina menargetkan tahun 2009-2011 harga pokok produksi kilang sudah di bawah harga Mean Oil Platts Singapore (MOPS).

Saat ini harga penjualan kilang masih di bawah MOPS. Kerugian Pertamina ditutup dengan marjin keuntungan (alfa) dari pemerintah untuk BBM subsidi.